PGPR Pada Tanaman Manggis

Manggis (Garcinia Mangostana L) merupakan “ratu buah/queens of fruits” yang tidak asing bagi kita terutama di Kabupaten Sijunjung.

Namun belakangan ini si “Ratu Buah” mulai agak berulah, mutu buah manggis mulai menurun karena hama, penyakit dan rupa yang kurang menarik.

Pertemuan ke-2 PPHT (Penerapan Pengendalian Hama Terpadu) manggis pada Kamis (24/06) di Agrowisata Manggis Nagari Muaro Bodi-Kecamatan IV Nagari-Kabupaten Sijunjung dibahas mengenai hal tersebut dengan narasumber Pak Zainal, Pak Zulma, Pak Mardison serta Buk Metha.

Bacaan Lainnya

Melalui PPHT manggis ini diharapkan petani terampil dan bisa membuat PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) serta menerapkannya pada tanaman manggis.

PGPR adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar akar tanaman secara berkoloni menyelimuti tanaman.

Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhan akar, karena akar adalah sumber kehidupan.

Bagi tanaman manggis PGPR mampu memacu pertumbuhan akar serta mampu mengurangi penyakit atau serangan akibat serangga.

Di samping itu PGPR juga berfungsi sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat pengomposan.

Sebanyak 20 orang petani manggis peserta PPHT mendapatkan penjelasan tentang PGPR dan persiapan alat dan bahan yang harus dibawa nantinya guna dipraktekkan pada pertemuan selanjutnya.

(Gun)

Pos terkait